Make your own free website on Tripod.com

 

KECANTIKAN MEDIA INDONESIA Kamis, 23 Januari 1999.

( Konsumen )

Hati-hati dengan Krim Pengelupasan Kulit

 

Atiek, 33 , karyawan di sebuah perusahaan surat kabar terpaksa harus ditangani dokter spesialis kulit. Ia bengkak-bengkak berwarna merah ( seperti biduran ) diikuti rasa gatal dan panas di sekujur wajahnya. Menurut Atiek serangan itu muncul sehabis ia makan fried chicken.

Tetapi bengkak dan gatal di wajah Atiek ternyata disebabkan pemakaian krim pengelupasan wajah yang akhir-akhir ini sedang trend di kalangan wanita. Kata Atiek semula ia mau menghilangkan flek kecil di bawah kantong matanya. Keinginannya memakai krim asal Filipina itu dipicu setelah melihat rekan sekerjanya yang sukses menghilangkan bekas jerawat di pipinya.

Apa yang dialami Atiek sebetulnya banyak dialami wanita lain yang menggunakan produk tersebut. Efek samping yang ditimbulkan produk itu ternyata membuat mereka harus mengeluarkan banyak uang untuk perawatan wajahnya kedokter.

"Metode pengelupasan kulit atau pemutihan itu memang dikenal dalam perawatan kulit, tetapi harus dengan panduan dan analisa kulit. Dalam analisa kulit, faktor ras, hormonal, jenis jerawat, dan penumpukan sel kulit mati akan menentukan jenis formula mana yang cocok digunakan," jelas ahli kecantikan Desiree` Sianipar.

Menurut Desiree`yang sering mengisi acara rubrik kecantikan di televisi, akhir-akhir ini ia banyak menangani pelanggan dari Jakarta maupun luar Jawa yang bermasalah dengan kulit wajahnya akibat pemakaian krim pengelupasan wajah.

Mengandung merkuri dan hidrokinon

Menurut pakar kecantikan lulusan The chlitina Beauty Skin Care & Research Center di Taiwan ini, perawatan kulit dimulai dari pembersihan, pelembaban, pengelupasan/pemutihan, perlindungan, dan kosmetik.

Metode pengelupasan dengan krim yang maha dahsyat itu, kata ibu dua anak ini, bermula di Los Angeles, AS pada tahun 1995. Praktek pengelupasan itu dilakukan oleh seorang dokter Iran, Dr.Obaji. Obaji juga punya cabang di Singapura, sehingga banyak ibu-ibu terutama dari Indonesia yang melakukan pengelupasan kulit wajah supaya putih.

"Di AS metode itu sudah dilarang, karena tidak rasional. Pengelupasan terjadi terus menerus sehingga menipiskan kulit. Akibatnya Obaji pecah menjadi Epiderma yang kemudian memproduksi krim yang banyak beredar itu," jelas Desiree` .

Di Obaji , lanjutnya, Retin A yang digunakan untuk mengelupas masih dicampur lagi dengan zat lain. Tetapi di Epiderma cuma Retin A nya saja, cuma ditawarkan apakah mau yang keras, sedang atau lunak.

Menurut Desiree` krim yang banyak dipakai akhir-akhir ini mengandung hidrokinon dan merkuriyang tinggi dan sifatnya comedogenic serta fotosensitif.

Bila berhenti menggunakan produk itu, katanya ,kulit akan kembali hitam. Dan bila digunakan buat yang berjerawat dengan peradangan, maka efeknya sangat berbahaya.

"Kalau masuk ke jaringan kulit yang sedang mengalami peradangan bisa merusak ginjal dan hati," kata Desiree` yang prihatin karena korbannya banyak dari kalangan wanita kelas menengah ke bawah .

Lebih lanjut Desiree` yang mengatakan krim itu sangat berbahaya bila dipakai oleh orang berjerawat. Pada kulit berminyak ( berjerawat ) , jelasnya, tidak mungkin muncul flek . Yang ada penebalan kulit mati sehingga menyumbat pori-pori . Flek sering muncul pada jenis kulit kering. Biasanya muncul simetris di bagian kiri dan kanan tulang pipi menuju dahi, kemudian bertemu di hidung .

Flek sendiri ada yang permanen ( tidak bisa hilang ) dan yang bisa dihilangkan. Flek permanen biasanya disebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal itu banyak terjadi terutama pada wanita yang melahirkan. Flek seperti itu dikenal dengan nama sprooten. Sementara flek akibat perubahan hormonal atau terkena sinar matahari kemungkinan masih bisa diatasi .

Kosmetik dengan asam buah-buahan

Desiree mengatakan kosmetik yang dilempar ke pasaran sebetulnya sudah baik. Ia juga mengakui kosmetik yang mahal memang berkualitas baik, tetapi belum tentu cocok dengan semua jenis kulit . Jadi tergantung pada tiap individu .

Untuk pengelupasan kulit, saat ini banyak kosmetik yang mengandung AHA ( alpha hidroxyd acid ) atau dikenal sebagai asam buah-buahan . Tetapi kosmetik dengan AHA ini, lanjutnya, juga harus diwaspadai oleh mereka yang berkulit sensitif .

"Kosmetik yang mengandung AHA sebetulnya sudah semi mengobati . Tetapi bagi yang berjerawat, sebaiknya jerawatnya diobati dulu," jelasnya.

Kemudian Desiree juga mengingatkan dalam pemilihan sabun sebaiknya pilih yang pH nya seimbang ( pH Balance ). Cara mengetahuinya mudah saja yaitu mengetes dengan kertas khusus untuk uji pH. Bila warnanya ke arah abu-abu atau hitam, berarti sabun itu keras untk kulit. Dan bila dipakai akan merusak mantel kulit.

Begitu juga dengan pemakaian sabun wajah yang mengandung scrub ( biji almond ) hanya boleh untuk kulit kering dan normal. Sedangkan untuk kulit berminyak tidak dianjurkan, karena akan merangsang sel-sel kulit untuk mengeluarkan jerawat.

Dalam pemakaian bedakpun, mereka yang berkulit berminyak sebaiknya hindari bedak padat ( compact ), karena bila terkena sinar UV ( ultra violet ) bisa jadi comedogenic ( meninggalkan bekas hitam-hitam ).

"Mau mengetahui sinar UV mudah saja. Bila dalam sebuah ruangan tidak ada lubang cahaya, tetapi terang, berarti sinar Uvnya banyak masuk, nah bila kulit berminyak memakai bedak padat dalam ruangan itu, maka terjadi proses comedogenic," jelas Desiree`.

Selanjutnya wanita yang sempat mendalami ilmu hukum di Universitas Indonesia inipun mengingatkan kaum wanita dalam memilih pembersih, katanya, pilihlah yang mudah larut dalam air. Karena saat ini banyak susu pembersih menggunakan lemak yang tidak mudah larut dalam air, supaya lebih murah. Dan untuk menghilangkannya terpaksalah dibuat penyegar yang mengandung alkohol. Sementara alkohol sangat berbahaya untuk kulit wajah.

Dan terakhir Desiree` mengingatkan agar bila mendekati waktu tidur jangan minum banyak air, karena akan menyebabkan muka sembab dan akibatnya muncuk kantung di bawah mata.

*Rosmery HS


Balik